Skip to main content

Posts

Apa itu Kebahagiaan?

APA ITU KEBAHAGIAAN? The Pursuit of Happinness Setiap manusia di dunia ini pada umumnya mencari kebahagiaan. Hidup pun akhirnya menjadi sebuah pencarian akan makna atau bahkan kebahagiaan itu sendiri , the pursuit of happinne s s. Saya jadi teringat akan sebuah film yang dibintangi oleh Will Smith yang berjudul The Pursuit of Happinne s s, d i sana dikisahkan seorang ayah yang berjuang sekuat tenaga untuk menghidupi keluarganya. Ia m ulai dari hidup serba berkekurangan , tidak memiliki tempat tinggal, tidak memiliki uang sampai akhirnya berhasil mencapai kesuksesan berkat kerja keras yang luar biasa. Sebuah perjalanan berat dan panjang untuk mencapai kebahagiaan. Iseng-iseng saya lalu bertanya ke beberapa sahabat saya, “Apa itu kebahagiaan?” Jawaban yang diberikan pun beranekaragam. Ada yang menjawab kebahagiaan itu adalah perasaan senang dan bebas dari perasaan duka, ada lagi yang menjawab kebahagiaan itu adalah tercapainya cita-cita, hidup sehat dan kaya raya, atau ada...

Kebaikan di Zaman Sekarang

Masih Ada Orang Baik di Zaman Sekarang Peristiwa ini masih tercetak jelas dalam ingatanku. Enam tahun yang lalu ketika aku masih duduk di kelas 2 SMA, aku bersama dengan tiga orang temanku bertekad untuk menggapai kota Bandung dengan mengendarai sepeda. Maka, pada bulan Desember 2003, ketika liburan akhir tahun pun tiba, kami berempat merealisasikan cita-cita gila itu dengan bersepeda dari Pasar Minggu sampai Bandung. Dengan semangat muda  yang penuh gairah kami berangkat menaiki sepeda kami masing-masing. Begitu lugu dan polosnya kami berempat melakukan ekspedisi panjang tanpa berpikir banyak mengenai resiko yang akan terjadi. Satu hal yang kami yakini, bahwa Tuhan akan menyertai kami selama perjalanan. Dengan iman itulah niat kami selalu membara selama perjalanan. Kami menempuh rute; Pasar Minggu – Depok – Cibubur – Bogor – Ciranjang – Cikalong Kulon – Padalarang – Bandung. Dengan pertolongan Tuhan, akhirnya dalam waktu dua hari kami sampai di Bandung. Namun berhubung ka...

Berhadapan Dengan Kematian

Bagaimana Menghadapi Kematian Anda? Ada sebuah kisah tentang seorang pemuda yang mempunyai seorang kekasih. Selama mereka bersama, sang pemuda selalu mengacuhkan kekasihnya. Ia tidak terlalu peduli dengan kekasihnya itu. Ia lupa tanggal ulang tahunnya, ia lupa kapan pertama kali mereka bertemu, ia tidak tahu makanan kesukaannya, ia tidak pernah mendengarkan dengan seksama ketika kekasihnya berkeluh kesah. Suatu hari, kekasihnya meninggal karena tertabrak mobil. Hancur sudah hati sang pemuda, ia belum pernah merasakan kesedihan seperti hari itu. Ia sangat menyesal karena selama ini ia merasa belum membahagiakan kekasihnya itu. Maka, di samping jenazah kekasihnya, ia berdoa kepada Tuhan dengan penuh kesungguhan hati, “ Tuhan, malam ini aku mohon satu hal kepadaMu, tolong hidupkan kembali kekasihku. Aku rela memberikan apapun asal kekasihku ini hidup kembali. Aku menyesal karena selama ini aku belum membahagiakan dirinya.“ Ketika sang pemuda bangun keesokan harinya, ternyata ia men...

Lepas Bebas

Dimana hartamu berada, disitu hatimu berada Yesus berkata, “ Orang kaya sukar masuk ke dalam Kerajaan Surga! ” Wah, rasanya kalau sudah mendengar kata-kata Yesus yang satu ini, jantung koq sudah mulai dag dig dug , “Waduh, semakin banyak duit gue, semakin engga masuk Surga nih.” Apakah di sini Yesus berarti tidak menyukai orang kaya dan lebih mendahulukan keselamatan orang miskin? Nampaknya bukan begitu alur ceritanya. Point penting yang harus menjadi pertanyaan utama adalah bagaimana hubungan kita dengan kekayaan yang kita miliki. Mengapa orang kaya sukar masuk Kerajaan Surga? Karena banyak orang kaya yang dibutakan oleh harta kekayaan yang dimilikinya. Harta benda yang seharusnya menjadi sarana hidup akhirnya menjadi tujuan hidup itu sendiri. Seperti kata pepatah, “dimana hartamu berada, disitu juga hatimu berada.” Hati kita menjadi sedemikian tertutup dan terlalu penuh dengan harta duniawi (termasuk di dalamnya prestasi, kekuasaan, jabatan) sehingga tidak ada lagi ruang u...

Memberi Untuk Menerima

Mat. 5:1-12a Pernahkah Anda menyadari bahwa setiap kehidupan manusia tidak akan pernah terlepas dari yang namanya memberi dan menerima. Barangkali beberapa dari Anda mungkin mempertanyakan, bagaimana bisa memberi tanpa menerima terlebih dahulu? Atau bukankah dengan memberi kita malah jadi berkurang dari sebelumnya? Jika Anda memandangnya dari kacamata materialistis dengan timbangan untung-rugi, pasti jawabannya adalah YA. Tapi mari kita simak bersama, apakah memang betul demikian? Prof. David McClelland (seorang peneliti dari Harvard University, AS) melakukan sebuah penelitian yang melibatkan ribuan sukarelawan dengan kesimpulan, memberi itu menyehatkan karena dengan memberi/menolong dapat mengurangi rasa sakit, rasa stress dan meningkatkan hormon endorfin [1] yang salah satu fungsinya adalah meningkatkan kekebalan tubuh. Sebaliknya orang yang kikir cenderung terserang penyakit karena orang yang kikir biasanya cinta uang, apabila uangnya berkurang maka dia akan stress dan ...

Aturan Dasar Berbicara

1. Berbicara Harus Menatap Lawan Bicara Yang harus anda perhatikan ketika berbicara adalah konsentrasikan diri anda sepenuhnya kepada lawan bicara. jangan melihat ke arah lain sehingga membuat lawan bicara tersinggung. Menatap lawan bicara sungguh-sungguh (bukan mendelik/melirik) termasuk etika berbicara yang baik. Obyek anda adalah lawan bicara bukan yang lain. Jika anda termasuk orang yang malu atau takut untuk menatap mata lawan bicara, salah satu cara alternatif yang bisa anda gunakan adalah tatap batang lekukan hidung di antara kedua mata lawan bicara anda. Jangan berpaling atau meninggalkan lawan bicara anda ketika anda sedang tengah berkomunikasi dengannya. Kita sendiri juga pasti tersinggung jika ada orang lain mengajak bicara tiba-tiba memutar hidungnya ke tempat lain. Mau menanggapi bicaranya saja sebenarnya sudah harus disyukuri, jangan malah berpindah hati. Apabila anda mendapat panggilan telepon di tengah perbincangan dengan orang lain, maka matikan hand...

Kerahiman Ilahi

KERAHIMAN ILAHI (Y.L.Indra Kurniawan) Yohanes 20:19-23 Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya 20:19  Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"  20:20  Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.  20:21  Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."  20:22  Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi...